Senin, 08 Oktober 2018

Cerpen

KERESAHAN SEMALAM
(Hendry S : Cerpen Kehidupan)


Malam kian semakin larut, diiringi semilir malam yang terus marasuk dalam raga, menembus lewat celah-celah dinding rumahnya. Ya, sebut saja namanya Handa, seorang ibu rumah tangga yang kini usianya sudah memasuki kepala dua. Peristiwa siang itu telah membawanya dalam keresahan semalam. Betapa tidak,  hingga menjelang adzan subuh matanya tak bisa dipejamkan, bahkan dalam sekejap pun. Periristiwa kecil yang sebenarnya bukan dari kesalahannya, tapi telah mengacaukan pikirannya. Rasa khawatir, takut, dan perasaan tidak enak terus menghantui pikirannya semalam. Siang itu, 6 Oktober 2018, Handa, ibu yang memiiki dua orang putri memesan suatu barang berupa Spring Bed buat buat si kecil yang masih berusia 3 tahun. Begitu barang sampai di rumah, ternyata tidak sesuai permintaan. Dari warna biru laut bermotif bunga yang diminta, ternyata dberi warna biru muda bergambar boneka barby. Awalnya si kecil sedikit suka, tapi setelah semalam pikiran si kecil berubah dan tidak suka sama sekali. Sebagai seorang ibu, Handa bingung haruskah barang yang sudah dipakai semalam itu ditukarkan? atau membiarkan si kecil terus menangis karena memang barang yang diminta tidak sesuai dengan permintaan awal. Hal ini menjai dilema bagi Handa, antara membiarkan si kecil terus menangis atau menukar barang yang sudah dipakai. Karena tak ingin pusing dibuatnya, dengan terpaksa Handa menelpon penjual spring bed untuk menukar kembali barang pesanannya. Sang pemilik toko pun menyetetujui permohonannya untuk menukar barang sesuai pesanan. Lantas apa yang membuat Handa menjadi resah dalam semalam? sedangkan permohonan untuk menukar barang yang dipesannya pun telah dikabulkan. Ya, memang benar, siang itu Handa memita tetangganya untuk membantu mengeluarkan spring bed dari kamarnya untuk diantar ke toko tujuan. Tapi entah mengapa, mungkin karena beban yang terlalu berat, atau terlalu tergesa-gesa saat mengeluarkan spring bed, bagian kain atas spring bed menggores sebuah paku keil yang menjadikan spring bed tu robek sekitar 4 cm. Saat sampai ditujuan memang tidak diketahui oleh pemilik toko karena yang robek kebetulan pada bagian yang gelap sehngga tidak tampak. Namun apapun alasannya bagi Handa ini dianggap sebuah kesalahan, meskipun bukan dirinya yang melakukan, dan hari itu Handa juga tidak sempat berterus terang dengan sang pemilik toko, kalau bagian penutup sprig bed itu ada yang robek. Awalnya Handa memang ingin menutupi kesalahan itu, tapi ternyata tidak bisa. Buat Handa kejujuran itu lebih baik meski dengan segala risiko yang ada. Peristiwa itulah yag membuat Handa merasa gelisah, resah dalam semalam. Pikiranya kalut, apakah nanti terkena denda, apakah nanti dipulangkan kembali, apakah nanti tidak dicemooh, dianggap sudah robek ditukar dengan yang baru, dan lain-lain.  Semua firasat buruk menggerayangi pikirannya. Perasaan tidak enak dengan kawan, sebagai pemilik toko yang sudah lama kenal terus menghantui angan-angannya. Padahal niat untuk menukar sudah ada sebelum perstiwa itu terjadi. Dalam semalaman itulah Handa terus diliputi perasaan takut, perasaan bersalah, tidak nyaman, tidak enak, dan kekhawatiran yang begitu berlebihan sampai membuatnya tidak bisa tidur hingga pagi menjemput.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar