RATAPAN PERTIWI
Enam puluh
sembilan tahun sudah berlalu
Namun.....
Sayup-sayup
kumandang suara merdeka serasa masih mengiang
Derap langkah
para pahlawan bangsa seakan masih meninggalkan jejak
Menjemput
kehadiran pertiwi
yang sekian
lama dalam dekapan para imperalis dunia.
Dengan
semboyannya...
Lebih baik
mati berkalang tanah...daripada hidup terjajah
Betapa besar
pengorbanan para pahlawan kala itu
Bermandikan
keringat darah tanpa berbaju.....
Meninggalkan
orang-orang tercinta
hanya untuk
sebuah asa.....Indonesia merdeka
Tak perduli
peluru menembus dada....
Sebuah
bayonet yang turut menghujam raga
Kini pertiwi telah jatuh di tangan
kita
Dengan dibacakan naskah proklamasi
oleh Sukarno-Hata
Tapi....
Pernahkah kita menghargai perjuangan
bangsa ini
Para pendahulu kita...para pahlawan
kita
yang telah gugur di medan perang
Hingga sampai
kapankah pertiwi terus manangis
terus
meratap...
Oleh ulah
para pelaku bangsa yang tidak bertanggung jawab
Oleh para
pemimpin yang lalim
Para oknum
bangsa yang tak pernah peduli dengan tangisan pertiwi
Dimanakah
nasionalisme mereka
Kalaupun
mereka berkata bangga dengan Indonesia
Itu hanyalah
pemanis kata...pelengkap bahasa.
Agar mereka
tampak bak pahlawan berjasa.
Sadarkah
kita... bahwa negara bukanlah dunia maya
Yang bisa
dicintai sesaat lalu ditinggalkannya
Jadilah kita
para patriot-patriot sejati...
Agar ratapan
pertiwi dapat segera terhenti.
Buah Karya
Hendri Sumarno
Tidak ada komentar:
Posting Komentar