Sabtu, 06 Oktober 2018

Puisi Tanah Air

RATAPAN PERTIWI

Enam puluh sembilan tahun sudah berlalu
Namun.....
Sayup-sayup kumandang suara merdeka serasa masih mengiang
Derap langkah para pahlawan bangsa seakan masih meninggalkan jejak
Menjemput kehadiran pertiwi
yang sekian lama dalam dekapan para imperalis dunia.
Dengan semboyannya...
Lebih baik mati berkalang tanah...daripada hidup terjajah

Betapa besar pengorbanan para pahlawan kala itu
Bermandikan keringat darah tanpa berbaju.....
Meninggalkan orang-orang tercinta
hanya untuk sebuah asa.....Indonesia merdeka

Tak perduli peluru menembus dada....
Sebuah bayonet yang turut menghujam raga

            Kini pertiwi telah jatuh di tangan kita
            Dengan dibacakan naskah proklamasi oleh Sukarno-Hata
           
            Tapi....
            Pernahkah kita menghargai perjuangan bangsa ini
            Para pendahulu kita...para pahlawan kita
            yang telah gugur di medan perang
Hingga sampai kapankah pertiwi terus manangis
terus meratap...
Oleh ulah para pelaku bangsa yang tidak bertanggung jawab
Oleh para pemimpin yang lalim
Para oknum bangsa yang tak pernah peduli dengan tangisan pertiwi
Dimanakah nasionalisme mereka

Kalaupun mereka berkata bangga dengan Indonesia
Itu hanyalah pemanis kata...pelengkap bahasa.
Agar mereka tampak bak pahlawan berjasa.

Sadarkah kita... bahwa negara bukanlah dunia maya
Yang bisa dicintai sesaat lalu ditinggalkannya
Jadilah kita para patriot-patriot  sejati...
Agar ratapan pertiwi dapat  segera terhenti.

Buah Karya
Hendri Sumarno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar